Katolik
Saya seorang Katolik, tulisan ini tidak bersifat fanatik, hanya menguraikan opini saya mengenai Katolik. Saya bukan orang yang rajin membaca Alkitab, juga masih seseorang yang kadang-kadang menguap saat mendengar khotbah Romo. Tapi satu yang saya tahu mengenai Katolik adalah, segala sesuatu didasari dengan cinta. Iya, Cinta Kasih.
Katolik itu nggak membeda-bedakan.
Katolik itu nggak pernah melihat orang dari fisiknya, “saya tidak mau berteman dengan dia karena dia berkulit hitam.” Orang seperti ini adalah orang-orang berpikiran dangkal yang hanya melihat segala sesuatu dari luarnya saja.
Katolik itu memaafkan, tidak lantas emosi karena hal-hal yang sepele. marah boleh, tapi jangan lama-lama dan disimpan terus menerus, apalagi untuk hal-hal sepele kayak : “Dia tadi memanggil saya gendut, dan itu akan selalu saya ingat.”
Katolik itu bukan menjatuhkan teman yang terlihat tidak bisa, justru orang Katolik adalah orang-orang yang selalu mendukung keluarganya sendiri
Katolik itu bukan yang marah-marah karena urusan sepele.
Bukan yang dengan mudahnya ilfeel dengan saudara sendiri hanya untuk permasalahan seperti teman saya badannya bau, dan saya jijik melihatnya. Ingat bunda Teresa, yang bahkan memangku hal yang mungkin lebih kotor daripada hal yang tadi di permasalahkan.
Katolik itu tidak diciptakan untuk eksklusivitas, bahwa anda Katolik, anda minoritas, anda berkualitas dan anda ekslusif. Anda harus terjun ke masyarakat, anda hrus terjun KELUAR.
Anda harus jadi terang dunia, anda harus jadi garam dunia, bukan menjadi kain putih yang tidak ingin terkotori, anda justru harus siap menjadi kain yang diinjak-injak, yang kotor, lusuh.